Langsung ke konten utama
Karakteristik Lingkungan dan Sosial Budaya SMP Negeri Unggulan 3 Pulau Morotai
SMP Negeri Unggulan 3 Pulau Morotai mempunyai tempat
tersendiri di hati masyarakat morotai selatan barat. Tak dipungkiri hal itu
karena banyak alumni dari sekolah ini yang telah berhasil menjadi orang-orang
penting dalam pemerintahan. Sekolah ini juga dahulunya adalah sekolah satu-satunya yang ada
di kecamatan Morotai Selatan Barat sehingga banyak orang tua dari berbagai desa
di wilayah kecamatan Morotai Selatan Barat akan menyekolahkan anak-anaknya di sekolah
ini. Seiring dengan perkembangan zaman dan percepatan pembangunan maka
didirikanlah sekolah-sekolah setingkat SMP di beberapa desa yang ada di
kecamatan Morotai Selatan Barat sehingga secara perlahan jumlah siswa di
sekolah semakin lama semakin berkurang.
Meskipun demikian, karena sejarahnya,
sekolah yang pertama kali didirikan di kecamatan morotai selatan barat masih
ada orang tua yang meskipun jarak rumahnya jauh dari sekolah bersedia
menyekolahkan anaknya di SMP Negeri Unggulan 3 Pulau Morotai. Hal itu karena, sekolah
tetap mempertahankan kiprahnya dalam menghasilkan generasi yang unggul,
mandiri, kreatif dan berprestasi.
Dalam konteks masyarakat sekitar kecamatan
Morotai Selatan Barat, kebanyakan penduduknya adalah berasal dari suku Galela
dan Tobelo. Selain itu, terdapat berbagai suku pendatang dari luar pulau
Morotai misalnya suku bugis, makassar, buton, sunda, dan jawa yang tinggal dan
terjadi asimilasi dengan masyakat sekitar. Namun, secara umum budaya yang ada
dalam masyakat sekitar adalah budaya Galela-Tobelo.
Perbedaan suku tersebut tidak menjadikan perbadaan
antara masyarakat. Kehidupan bermasyarakat tetap berjalan dalam bingkai bhineka
tunggal ika.
Selain itu, masyarakat yakni komite sekolah juga
banyak terlibat dalam berbagai perannya dalam memajukan sekolah. Hubungan
antara sekolah dan masyarakat melalui komite sekolah turut memegang kendali
yang besar dalam mempertahankan dan meningkatkan nilai akreditasi sekolah. Peran
masyarakat yakni komite sekolah sangatlah penting dalam budaya lokal daerah yaitu
poriki de porigaho dalam arti yang luas adalah budaya gotong royong dan
juga budaya babari yang begitu lekat dengan kehidupan masyakat sekitar
khususnya dan masyarakat maluku utara pada umumnya dimana bila ada satu
pekerjaan yang berat maka masyarakat akan saling membantu.
Sebagai contoh ketika musim panen dan tanam,
masyarakat akan bersatu dalam irama kerja yang sama. Babari adalah kanvas yang menggambarkan
kekayaan nilai budaya suku Galela-Tobelo dan sebuah perahu yang mengayuh menuju
‘porimoi ngone poturu’- hanya bersama, kita kokoh. Ini merupakan salah satu
modal aset sekolah yang perlu dipertahankan dan dimanfaatkan agar selaras
antara visi dan misi sekolah dan kebutuhan peserta didik.
Komentar
Posting Komentar