Writing Is My Passion
Bismillah. Saya mengenal sosok narasumber malam ini. Entahlah apakah Bu Kanjeng masih mengenal saya atau sudah lupa. Beliau pernah memberikan materi yang sama kepada kami dalam pelatihan menulis KBMN PGRI Gelombang 27. Meskipun judulnya sama, namun penyajiannya sedikit berbeda. Menurut saya, materi kali ini sangat inspiratif dan luar biasa.
Berbicara tentang passion berarti kita telah menjadikannya sebuah kebiasaan yang takkan terlepas dari kita. Menjadikan menulis sebagai passion menjadi tantangan tersendiri, karena tanpa adanya hobi, kebiasaan tersebut tentu saja akan pudar. Setiap orang memiliki alasan kenapa harus menjadi seorang penulis. Sebenarnya, menulis itu mudah jika dilakukan terus-menerus. Selain itu, bergabung dalam komunitas penulis juga penting, agar kita dapat membaca tulisan dari penulis lain. Kadang dengan membaca tulisan yang menarik, dengan sendirinya kita akan terinspirasi untuk menulis.
Nah, pertanyaannya, bagaimana kita menumbuhkan inspirasi? Dalam melakukan sesuatu, kita membutuhkan sebuah motivasi, baik itu bersifat internal maupun eksternal. Motivasi yang bersifat eksternal, misalnya ingin mendapatkan sejumlah uang tertentu, akhirnya ketika hal itu tidak tercapai, kita akan kembali pada kebiasaan lama, malas menulis. Biasanya, motivasi internal jauh lebih lama bertahan daripada motivasi eksternal, karena motivasi internal lahir dari dalam diri sendiri. Nah, ketika seseorang sudah memiliki motivasi internal, maka akan tumbuh inspirasi, sehingga ia dapat menyelesaikan tulisannya tahap demi tahap.
Ketika sudah memiliki motivasi internal dan sudah mulai menulis, pada awalnya semua akan terasa sulit. Bisa dikatakan seperti bayi yang belajar merangkak. Akan tetapi biarlah tulisan kita mengalir dengan sendirinya. Semakin lama berlatih, semakin terasa mudah dalam menulis. Kebanyakan tantangan terbesar bagi pemula adalah takut kalau tulisannya dikritik orang lain. Menurut saya, hal ini wajar-wajar saja namun jangan sampai kritikan itu membuat kita berhenti. Anggap saja angin yang berlalu karena bisa jadi si pengkritik tidaklah jauh lebih baik daripada yang dikritik. Sebaiknya, dalam menulis kita perlu bahagia dan jangan menulis dalam keadaan terpaksa, berikutnya hilangkan perasaan negatif yang ada dalam diri. Itulah sebenarnya tembok penghalang yang menghalangi kita untuk terus menulis. Jadi, jangan berlama-lama segera melakukan aksi.
Pada hakikatnya, menulis sebuah buku bukanlah hal yang mudah, karena kita harus melalui proses yang panjang mulai dari tulisan kasar sampai pada penerbitan buku. Oleh karena itu, mulailah menulis dari hal yang paling sederhana sesuai dengan genre masing-masing. Yakinlah, dengan motivasi internal yang dimiliki, akan jauh lebih mudah bagi seseorang untuk menyelesaikan tulisannya.
Semoga tulisan ini bermanfaat.
Salam dan bahagia.

Masyaallah resume yang luar biasa.
BalasHapusUlasan yang keren
BalasHapusSemangat terus pak.... Mantaplah👍
BalasHapusThe best pa
BalasHapusTerima kasih teman2 semua...
BalasHapusKeren resumenya pak, mantap.
BalasHapusTerima kasih pak atas ilmunya
Hapusbagus sekali resumnya
BalasHapusBaik sekali
BalasHapusMenarik sekali
BalasHapusResume yang bagus
BalasHapusResume y bagus mudah dipahami
BalasHapus